Langsung ke konten utama

Ectopic Pregnancy

Sudah lama kupendam ini semua.. Hanya orang orang lingkup kecilku yang tahu. Dan kupikir untuk apa menceritakan yang belum rezekiku.. 

Bulan juli 2022
Suami bernegosiasi untuk ayo kita lakukan program hamil lagi, semua akan ada obatnya katanya.. Namun aku terus ragu tentang kondisi dan keuangan. Ia selalu bilang kalau dari kami ada yang memang tidak bisa kami akan berkomitmen untuk tetap bersama. Akhirnya setelah perdebatan panjang dan dengan keyakinan yang diberikan suami aku memutuskan yuk cari tahu tentang program itu. 

Berawal aku tanya tanya dengan rekan yang kerja di salah satu RS yang menangani hal tersebut. Akhirnya kami memutuskan untuk yuk tanya langsung ke RS sadewa di IVF centre. Disana kami mendapatkan informasi ada program hamil dengan paket untuk mengetahui kondisi awal. Setelah melihat tentang biaya kami berdua merasa Insya Allah mampu dan masih bisa di jangkau. 

Banyak proses yang kami lakukan, pertama suami cek sperm kemudian di konsultasikan kepada dr andrologi, aku bertemu dengan dokter kandungan, bertemu dengan psikolog dan bertemu dengan ahli gizi. 

Dokter kandungan yang aku dapatkan yaitu bersama dokter oktavianus, beliau menyarankan untuk menurunkan berat badan. Dan setelah itu kami berdua bertemu dengan ahli gizi. Kami memulai diet bersama di bulan Agustus. Fokus kami waktu itu untuk menurunkan berat badan. 

Bulan Agustus 2022
Setiap selesai haid aku selalu mendapatkan jadwal kontrol dengan dokter okta, namun memang siklus haidku berantakan, dokter okta menyarankan untuk haid bulan depan dilakukan pengecekan HSG untuk melihat apakah tuba falopi ku ada yang tersumbat atau tidak. 

Sembari menunggu haid berikut nya kami berdua masih mengikuti program diet, namun udah banyak cheat nya, diet sangat sangat berat namun ampuh banget buat nurunin BB. 

Bulan September 2022
Yang seharunya jadwal haidku akhir September namun tak kunjung datang, aku santai saja karena memang siklus haid yang gak nentu. Tapi tetap berharap haid karena mau tes HSG agar tau aku bermasalah atau tidak.. 

Bulan oktober 2022
Tanggal 3 Oktober akhirnya aku haid, dan aku langsung untuk mendaftarkan HSG sudah mendapatkan tanggal, sesuai siklus pada umumnya yaitu tgl 10,11,12 namun ditanggal tersebut haid masih berlangsung dan darah nya hanya bercak coklat hanya sedikit untuk baunya jauh lebih amis dari biasanya.. 
Tambah hari haid yang awalnya tidak nyeri, kok tambah kesini tambah nyeri di berut bawah dan di area dubur, seperti ada yg menusuk namun masih dibisa di tahan. Hari jumat sekitar tanggal 20an saat mengajar aku merasakan kram perut yang tidak bisa tertahan keluar keringat dingin dan tidak sanggup berdiri seperti ada darah haid yg mau keluar. Kucoba lihat dikamar mandi ada gumpalan darah yang lumayan besar namun aku menampik, bentuk nya seperti kacang mete diselimuti dengan selaput bening.. Aku tahan sakit itu dan sampai dirumah melihat itu aku menangis takut hal yg dipikirkan itu betulan.. Aku diam tidak cerita kepada suami dan hari 26 oktber aku baru berani bercerita. 

Kami memutuskan untuk besok dicekkan ke RS lagi, perut kram sudah mulai sering dan nyeri sedikit. Pukul 19.00 kami menuju RS dengan biasanya.. Setelah mendapat giliran untuk di tensi aku menceritakan dengan detail, ibu bidan mulai curiga dengan cerita dan tanya selama itu belum ditespack ya.. 

Kami di suruh  ke lab untuk tes kehamilan. Setelah hasilnya keluar tenyata POSITIF aku takut dan senang jadi satu. Tibalah saatnya bertemu dokter okta, diawal beliau bilang jumlah HCG nya terlalu sedikit.. saat di usg blm terlihat kantong kehamilan di USG transvaginal pun tidak terlihat. 

Dan dokter mengatakan jika ini kehamilan diluar kandungan. Atau kehamilan ektopik  dan harus segera di operasi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadan 1444 H

Terakhir posting Ramadan 2 tahun lalu..  Tidak banyak berubah dari kehidupan, berjalan sebagaimana mestinya. Aku pun heran apa emang akunya yang terlalu ada di zona nyaman sehingga tidak ada keinginan untuk maju atau sebenarnya hidup kayak gini..  Tapi dari semua itu, aku merasa ini nyaman dan ini membuat aku bahagia..  Mudah mudahan ini yang seharusnya aku syukuri..  Tidak ada mimpi besar, let it flow.. Apakah itu salah?  Punya target tapi kalau gak ke sampaian aku selalu sounding untuk it okay.. Dan sedihnya gak terlalu lama..  Bismillah.. Semoga aku dan suami selalu dilembutkan hatinya untuk selalu bersyukur.. Dijauhkan dari mara bahaya, dan diberikan kesehatan. Aamiin

Pelajaran dari Ramdhan 1441 H

Memilih tidak mengeluh dengan efek dari pandemi ini. Alhamdulillah masih bisa bertemu dengan Ramadhan, bukan mau riya'. Tp Alhamdulillah aku bahagia sekali bisa beribadah bersama dengan suami. Mungkin jika tidak ada pandemi kita tidak bisa melakukan ibadah bersama sama terus. Kedekatan kita juga semakin baik, komunikasi terus diperbaiki. Dan yang paling penting aku lagi belajar bagaimana mendengdalikan pikiranku sendiri. Dulu selalu banyak pikiran negatif yang hadir di kepalaku. Gimana kalo ini terjadi? Gimana kalo itu terjadi? Giimana gimana yang lain. Bahkan itu terlalu berlebihan sudah berlebihan banget malah. Aku jadi insecure sendiri. Beberapa artikel sudah kubaca, diawal ramadhan aku bahkan mau curhat sama psikolog di halodoc. Kepala rasanya sakit memikirikan hal hal yang belum kejadian tapi aku udah bayangin. Entah itu kelebihan atau kekuranganku, aku bisa membayangkan dengan sangat detail dengan pikiranku sendiri. Aku udah ngerasa gak nyaman dengan seperti in...