Langsung ke konten utama

Ramadhan pertama ( H-29)

Alhamdulillah setengah hari menjalankan puasa. First sahur rada gimana gtu perutnya karena baru pertama makan dini hari.

Ramadhan ini tahun ketiga bersama suami, menyiapkan sahur untuk suami. 
Bangun tidur bingung dari kemarin gak ngapa ngapain terus aku maksa masku untuk liat liat konten di YouTube menanam sayur yang biasa kita pake. Setelah di pelajari ternyata alat dan bahan yang kami punya bisa menanam bumbu aja, yaitu bawang merah dan bawang putih. Kalo dilihat di video sih caranya mudah, untuk bawang merah dan putih pertama kita harus semai dulu bibitnya baru di pindahkan ke media besar. Setelah dicari cari ternyata punya polibag kecil untuk menyemai bibit. Awalnya sih kita debat harus beli inilah itulah, masku terbiasa semuanya harus serba yang diinginkan, beda sama aku pengennya harus hemat dan memanfaatkan barang barang yang ada. Ini baru usaha pertama sih. Semoga kedepannya gak bosen buat ngurusin, buat kegiatan dan menekan budget belanja, untung untungnya bisa menghasilkan uang. Aamiin. Terus kita bingung mau taroh dimana ehhh kalo udah terlaksana mah tempat akan menyesuaikan dipinggir tempat cucian. Penasaran mau liat kayak apa? 
Ini yang bawang merah
Ini yang bawang putih


Semoga berhasil yaa. Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ectopic Pregnancy

Sudah lama kupendam ini semua.. Hanya orang orang lingkup kecilku yang tahu. Dan kupikir untuk apa menceritakan yang belum rezekiku..  Bulan juli 2022 Suami bernegosiasi untuk ayo kita lakukan program hamil lagi, semua akan ada obatnya katanya.. Namun aku terus ragu tentang kondisi dan keuangan. Ia selalu bilang kalau dari kami ada yang memang tidak bisa kami akan berkomitmen untuk tetap bersama. Akhirnya setelah perdebatan panjang dan dengan keyakinan yang diberikan suami aku memutuskan yuk cari tahu tentang program itu.  Berawal aku tanya tanya dengan rekan yang kerja di salah satu RS yang menangani hal tersebut. Akhirnya kami memutuskan untuk yuk tanya langsung ke RS sadewa di IVF centre. Disana kami mendapatkan informasi ada program hamil dengan paket untuk mengetahui kondisi awal. Setelah melihat tentang biaya kami berdua merasa Insya Allah mampu dan masih bisa di jangkau.  Banyak proses yang kami lakukan, pertama suami cek sperm kemudian di konsultasikan kepada dr a...

Ramadan 1444 H

Terakhir posting Ramadan 2 tahun lalu..  Tidak banyak berubah dari kehidupan, berjalan sebagaimana mestinya. Aku pun heran apa emang akunya yang terlalu ada di zona nyaman sehingga tidak ada keinginan untuk maju atau sebenarnya hidup kayak gini..  Tapi dari semua itu, aku merasa ini nyaman dan ini membuat aku bahagia..  Mudah mudahan ini yang seharusnya aku syukuri..  Tidak ada mimpi besar, let it flow.. Apakah itu salah?  Punya target tapi kalau gak ke sampaian aku selalu sounding untuk it okay.. Dan sedihnya gak terlalu lama..  Bismillah.. Semoga aku dan suami selalu dilembutkan hatinya untuk selalu bersyukur.. Dijauhkan dari mara bahaya, dan diberikan kesehatan. Aamiin

Pelajaran dari Ramdhan 1441 H

Memilih tidak mengeluh dengan efek dari pandemi ini. Alhamdulillah masih bisa bertemu dengan Ramadhan, bukan mau riya'. Tp Alhamdulillah aku bahagia sekali bisa beribadah bersama dengan suami. Mungkin jika tidak ada pandemi kita tidak bisa melakukan ibadah bersama sama terus. Kedekatan kita juga semakin baik, komunikasi terus diperbaiki. Dan yang paling penting aku lagi belajar bagaimana mendengdalikan pikiranku sendiri. Dulu selalu banyak pikiran negatif yang hadir di kepalaku. Gimana kalo ini terjadi? Gimana kalo itu terjadi? Giimana gimana yang lain. Bahkan itu terlalu berlebihan sudah berlebihan banget malah. Aku jadi insecure sendiri. Beberapa artikel sudah kubaca, diawal ramadhan aku bahkan mau curhat sama psikolog di halodoc. Kepala rasanya sakit memikirikan hal hal yang belum kejadian tapi aku udah bayangin. Entah itu kelebihan atau kekuranganku, aku bisa membayangkan dengan sangat detail dengan pikiranku sendiri. Aku udah ngerasa gak nyaman dengan seperti in...