Langsung ke konten utama

Drama Korea: the world of married episode 14

Sudah hampir dua bulan sebagian orang menjalankan WFH. Lebih tepatnya di rumahkan. Kami seperti tidak ada kegiatan, dan ini sangat dimanfaatkan bagi pembuat drama. Drama Korea saat ini lagi booming sekali, terlebih karena temanya pelakor judulnya the world of married. Awal mula aku blm tertarik nonton karena lagi on going, dan menyadari kalau nonton drama itu bisa lupa waktu banget, nanti pasti di muring muring. Lupa ngapa ngapain, tapi karena kegabutan yang berlebihan akhirnya aku memberanikan diri membuka link yang ada di Facebook. Dan benar saja ketika sudah slse satu episode aku penasaran lagi dan lagi. Sehari bisa 5 episode. Ampuuunnn. Terlepas dari itu, drama Korea walaupun ringan tetap saja mempunyai makna yang dalam. Aku sedikit berbagi sudut pandang ku dari melihat drama ini. 
Kehidupan rumah tangga seorang dokter dan suaminya seorang sutradara sungguh terlihat sangat sempurna, mereka juga sudah dikaruniai seorang anak laki laki. Berawal dari tugas luar suaminya dan ketika pulang disambut baik oleh istri. Kecurigaan dimulai ketika syal yang dipakaikan suaminya itu ada rambut wanita dengan warna yang berbeda dari punyanya. Dia cerita sama Sabahat suaminya tapi mereka semua bilang tidak mungkin. Awal aku nonton ini juga kayak khawatir yang berlebihan dari sang istri, tapi lagi lagi ternyata feeling istri begitu kuat. Si istri membayar orang untuk menguntit suami dan ternyata benar dia selingkuh sudah 2th. Begitu banyak drama yang terjadi dari episode satu sampai 13 yang aku tonton. Yang paling bikin nyesek adalah ketika si anak tahu ayahnya yang salah tapi dia tidak suka tinggal sama ibunya. Hancur sekali hati dokter ini. Akhirnya dia merelakan anak tinggal bersama bapaknya. Diakhir episode 13, si anak bertemu dengan ibu tirinya untuk membuat si ibu jauh dari bapak nya laki laki ini plin plan sekali udah nikah sama pacarnya tapi masih ngejar ngejar mantan istrinya pake neror neror segala. Si anak membuat seolah olah membenci ibunya dan tinggal bersama keluarga ayahnya, yang membuat hatinya hancur lagi anak sms ibunya kalau dia lebih senang ibu pergi jauh dari kota ini. Hancuuurrr sekali hatinya, anak satu satunya yang paling dia jadikan kekuatan untuk hidup membenci dirinya. Akhirnya dia meninggalkan kota itu dan mencoba bunuh diri. Tapi ada teman yang menolongnya dan dilihat oleh mantan suami, si mantan suami ini terlihat kecewa karena ada seorang yang sayang sama mantan istrinya. 
Dan kejadian dimana si anak tahu jika ibu tirinya tidak benar benar sayang kepadanya, hanya untuk melindungi rumah tangganya agar tidak hancur. Si anak meminta maaf dan meminta untuk di jemput. Di adegan ini aku nangis bener bener nangis, si anak baru tahu tidak ada yang lebih menyayangi dirinya selain ibunya. 
Episode 15 blm tayang. Nanti aku cerita lagi yaa

#Day19
#30Haribercerita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ectopic Pregnancy

Sudah lama kupendam ini semua.. Hanya orang orang lingkup kecilku yang tahu. Dan kupikir untuk apa menceritakan yang belum rezekiku..  Bulan juli 2022 Suami bernegosiasi untuk ayo kita lakukan program hamil lagi, semua akan ada obatnya katanya.. Namun aku terus ragu tentang kondisi dan keuangan. Ia selalu bilang kalau dari kami ada yang memang tidak bisa kami akan berkomitmen untuk tetap bersama. Akhirnya setelah perdebatan panjang dan dengan keyakinan yang diberikan suami aku memutuskan yuk cari tahu tentang program itu.  Berawal aku tanya tanya dengan rekan yang kerja di salah satu RS yang menangani hal tersebut. Akhirnya kami memutuskan untuk yuk tanya langsung ke RS sadewa di IVF centre. Disana kami mendapatkan informasi ada program hamil dengan paket untuk mengetahui kondisi awal. Setelah melihat tentang biaya kami berdua merasa Insya Allah mampu dan masih bisa di jangkau.  Banyak proses yang kami lakukan, pertama suami cek sperm kemudian di konsultasikan kepada dr a...

Ramadan 1444 H

Terakhir posting Ramadan 2 tahun lalu..  Tidak banyak berubah dari kehidupan, berjalan sebagaimana mestinya. Aku pun heran apa emang akunya yang terlalu ada di zona nyaman sehingga tidak ada keinginan untuk maju atau sebenarnya hidup kayak gini..  Tapi dari semua itu, aku merasa ini nyaman dan ini membuat aku bahagia..  Mudah mudahan ini yang seharusnya aku syukuri..  Tidak ada mimpi besar, let it flow.. Apakah itu salah?  Punya target tapi kalau gak ke sampaian aku selalu sounding untuk it okay.. Dan sedihnya gak terlalu lama..  Bismillah.. Semoga aku dan suami selalu dilembutkan hatinya untuk selalu bersyukur.. Dijauhkan dari mara bahaya, dan diberikan kesehatan. Aamiin

Pelajaran dari Ramdhan 1441 H

Memilih tidak mengeluh dengan efek dari pandemi ini. Alhamdulillah masih bisa bertemu dengan Ramadhan, bukan mau riya'. Tp Alhamdulillah aku bahagia sekali bisa beribadah bersama dengan suami. Mungkin jika tidak ada pandemi kita tidak bisa melakukan ibadah bersama sama terus. Kedekatan kita juga semakin baik, komunikasi terus diperbaiki. Dan yang paling penting aku lagi belajar bagaimana mendengdalikan pikiranku sendiri. Dulu selalu banyak pikiran negatif yang hadir di kepalaku. Gimana kalo ini terjadi? Gimana kalo itu terjadi? Giimana gimana yang lain. Bahkan itu terlalu berlebihan sudah berlebihan banget malah. Aku jadi insecure sendiri. Beberapa artikel sudah kubaca, diawal ramadhan aku bahkan mau curhat sama psikolog di halodoc. Kepala rasanya sakit memikirikan hal hal yang belum kejadian tapi aku udah bayangin. Entah itu kelebihan atau kekuranganku, aku bisa membayangkan dengan sangat detail dengan pikiranku sendiri. Aku udah ngerasa gak nyaman dengan seperti in...